Journal | Kematian Ashraf Sinclair

Akhirnya, setelah sekian lama rasa penasaran saya tentang kematian Ashraf Sinclair, Saya memutuskan untuk coba menulisnya. Karena menurut saya ada sesuatu yang aneh telah terjadi. 

Tentang Kematian Ashraf

Disclaimer: Tulisan ini tidak bermaksud untuk membuat kekacauan, hanya sebagai sebuah opini saja tentang apa yang saya pikirkan setelah melihat beberapa video wawancara Ashraf dan Bunga di Youtube. 

Baiklah, kita mulai perjalanannya:

Terus terang ketika saya melihat wawancara tahun 2017 ini, ada beberapa kalimat Asraf yang menarik untuk di dengarkan ulang. Saya memang tidak punya background analisis untuk sisi psikologis, hanya mau share beberapa kalimat Ashraf yang ternginang-ngiang dikepala saya.

Ringkasan kalimat Asraf pada wawancara 2017 oleh Tabloid Bintang:

  1. Menit 1: Seperti kue yang masih dalam proses
  2. Menit 2: Kadang-kadang harus berani loose everything, baru bisa merasakan apa yang benar-benar ada.
  3. Menit 5: Cukup Stressfull, kerja keras menjadi parents
  4. Menit 8: Persepsi, kalau ujungnya berpisah kadang-kadang itu mungkin yang terbaik. Harus terima kalau itu mungkin adalah salah satu pilihan (tapi itu ekstrim ya). dan kita harus percaya tentang kalau setiap masalah itu ada solusi. Kalau tidak ada solusi ini bukan lagi masalah lagi (it’s not a problem anymore, is death). There’s no soultion, Tapi kalau itu masalah itu pasti ada solusi. 
Demikianlah beberapa kalimat Ashraf yang mungkin, membuat kita menjadi penasaran.  

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *